Nikita Mirzani, Pangdam Jaya, Kapolda Metro adalah orang TOP di negeri Ini

Tulisan kali ini merupakan satu tanggapan dan sumbangan pemikiran dari penulis atas terjadinya polemik dalam negara kesatuan republik Indonesia. Penulis merasa perlu memberikan sumbangan pemikiran terkait hal ini. Mari kita bahas.
Bermula dari pernyataaan Nikita Mirzani terhadap Big imam FPI Rizieg Sihap sebagai tukang obat, beberapa hari yang lalu menimbulkan reaksi dari para pengikut Big imam FPI. Salah satunya adalah dari Ustad Maher dan ustad Alwi Bin Muhammad. Kita tahu bahwa sejak kepulangan big imam pada 10 Noverber yang lalu menimbulkan kerumuanan oleh pendukungannya yang datang ke bandara. Kerumunan pendukung big imam menimbulkan kemacetan, kerusakan fasilitas di bandara dan membuat jadwal pesawat berantakan. Bahkan ada juga yang sampai ketinggalan pesawat akibat banyaknya kerumunan yang menjemput big imam tersebut karena jalanan macet.
Sejak itulah Nikita mirzani mengatakan bahwa big imam sebagai tukang obat. Para pengikutnya yang mendengar dan menganggap pernyataan Nikita merupakan penghinanaan terhadap big imam tersbut. Merakapun mengecam Nikita dan memintanya untuk mengklarifikasi pernyataa tersebut. Jka itu tidak dilakukanya maka massa akan diturunkan untuk datang ke kediamannya dan tidak hanya itu ia akan dilaporkan dan diberi pelajaran kepada Nikita Mirzani.
Melihat pernyataan dari seorang ustad Maher sangat disayangkan sekali. Ustad kok begitu bicaranya, mulutnya penuh dengan perkataan kasar dan kotor. Beginikah ciri seorang ustad? Tentu ada banyak orang tidak setuju bahkan menentang perkataan Ustad maher ini. Karena siapapun kita pasti saat mendengar penyataan demikian itu bukanlah pernyataan orang yang mengerti agama. Itu ciri orang yang hidupnya belum dewasa atau memang karakternya belum beres.
Kasus ini berlanjut hingga ketika big imam cerama di momen maulid nabi, mestinya ceramhanya yang meneduhkan tetapi mala menyinggung Nikita Mirzani sebagai lonte. Bahkan big imampun menyindir aparat karena menjaga rumah Nikita. Dalam video itu dikatakan jangan-jangan mereka mau minta jatah. Pernyataan inipun juga lebih parah dan sangat tidak tidak berakhlak dari big imam. Perlu revolosi aklak agar perkataannya berubah menjadi perkataan yang membangun.
Kita sendiri sudah mengetahui sejak kasus big imam dari tiga tahun yang lalu sampai kepulangannya tetap sama ia masih seperti yang dulu. Dan parahnya lagi dalam suasana covid 19 menjaga jarak justru dilanggar olehnya dan oleh para pengikutnya. Itu tidak hanya terjadi pada saat kedatangannya tetapi juga pada saat pesta anaknya yang digelar di Jakarta dan dihadiri ribuan orang, di didalmnya termasuk Gubernur Jakarta.
Berbuntut panjang, adanya kasus ini dua polda dicopot dari jabatannya. Tidak berhenti disitu, karena melihat organisasi FPI di di Indonesia yang semakin dibuai maka apparat pemerintah sudah saatnya bertindak. Maka baru-baru ini kita melihat Pandam Jaya dan Kapolda metro jaya yang baru dilantik memberikan statmen dan bertindak memberikan perlawanan. Pangdam Jaya mengeluarkan perintah agar baliho yang tidak berizin dicopot dari jalan raya.
Apa pesan yang ingin penulis sampaikan pada tulisan singkat ini? Indeonesia adalah negara hukum. Setiap warga negara harus taat dan tunduk pada hukum yang berlaku diindonesia. Tidak ada ruang bagi oraganisasi yang mencoba mengganggu keamanan negeri ini. Hendaknya semua tokoh-tokoh agama berlaku selayaknya tokoh agama yang saleh, perkataan perbuatan harus sesuai dengan kebenaran. Sebagai warga negara yang baik, kami sangat mengapresiasi kepada aparat penegak hukum dan pemerintah yang tidak tinggal diam dalam menjaga keutuhan negri ini.
Tuhan yang Maha Esa kiranya memberkati bangsa Indonesia yang majemuk ini. Amin.
Belum ada Komentar untuk "Nikita Mirzani, Pangdam Jaya, Kapolda Metro adalah orang TOP di negeri Ini"
Posting Komentar